Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

JADI SIAP DI PERCAYAKAN TUHAN


Matius 25:20-23 “25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Ayat di atas mengajarkan kepada kita selaku hamba Tuhan selaku Anak Tuhan, kita jangan hanya bisa meminta kepada Tuhan tetapi kita juga harus bisa mempertanggung jawabkan artinya siap untuk dipercayakan. Salah satu contoh yang sederahan “ anggaplah anda tidak bisa mengemudi mobil, anda hanya mengemudikan sepedah motor. Ketika anda berdoa(meminta) kepada Tuhan, akankah Tuhan memberikan sebuah mobil? Jawabannya bisa! Tetapi apa gunanya mobil jika anda tidak bisa mengemudi/menggunakannya?. Tuhan memberikan kepada kita sesuatu yang dapat kita pertanggung jawabkan kepada Dia.

Berbicara tentang siap di percayakan, ad beberapa syarat yaitu:
1.       KESETIAAN
Pada ayat ke 21 “hai hambaku yang baik dan setia” berbicara tentang kejujuran,tulus hati dan setia. Bertolak dari ayat-ayat di atas sangat jelas Tuhan katakan jika kita setia pada perkara kecil, maka Tuhan akan memoercayakan perkara yang besar.
2.        KEBERANIAN
Kisah Para Rasul 4 : 13,4 : “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. : dalam ayat ini kita di minta untuk mempunyai keberanian = dalam hal pelayanan/ pengembangan talenta yang Tuhan percayakan. Sebagaimana Petrus dan Yohanes yang karena keberanian mereka dalam menyampaikan atau mengembangkan talenta yang dari Tuhan, maka Tuhan mempercayakan kuasa untuk mengadakan mujizat. Baca juga 2 timotius 1:7 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
3.       KETEGUHAN IMAN DALAM MEMINTA
Matius 15:26-28 : “15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Ayat ini sangat jelas menggambarkan kisah keteguhan dalam hal meminta sesuatu kapada Tuhan.

Tuhan memberkati FirmanNya
A M I N

MASALAHNYA KARENA DOSA


Nats: Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9)

Seberapa besar kemampuan manusia dalam menyelesaikan masalah? Manusia memang memiliki kepintaran, sehingga sanggup menyelesaikan banyak permasalahan yang ada di dunia. Buktinya adalah kemajuan teknologi. Teknologi muncul karena ada masalah yang dihadapi manusia. Namun, jika kita bertanya seberapa besar kemampuan manusia dalam menyelesaikan dosa, jawabannya adalah tidak ada. Hanya Tuhan yang sanggup menyelesaikan dosa manusia.

Nehemia sangat menyadari hal tersebut ketika ia harus menyelesaikan permasalahan bangsanya. Nehemia tahu bahwa bangsanya bukan hanya emiliki masalah secara politis, melainkan dosalah yang menjadi akar persoalan dari kehidupan bangsanya tersebut. Oleh sebab itu, hal ertama yang dilakukannya adalah datang kepada Tuhan dan berdoa. Ia mengakui bahwa dirinya serta bangsanya telah berbuat dosa, mengakibatkan mereka dibuang ke Babel . Ia lalu memohon pengampunan dosa. Nehemia sadar bahwa yang sanggup memulihkan kondisi bangsanya adalah Allah sendiri. Ia memohon agar Tuhan mengampuni dan memulihkan Yerusalem.

Berbagai masalah dalam hidup kita tak jarang berakar pada dosa. Jangan hanya berfokus pada masalah itu sendiri, lihatlah lebih dalam kepada dosa yang menyebabkannya. Sebelum kita "membereskan" masalah kita, baiklah terlebih dahulu kita membereskan dosa kita di hadapan Tuhan. Bertobatlah, dan mintalah ampun kepada-Nya. Pemulihan relasi dengan Tuhan ini dapat menjadi dasar dan sumber kekuatan bagi kita untuk menghadapi masalah yang ada.

REKONSILIASI DENGAN TUHAN ADALAH DASAR HIDUP YANG KOKOH

TUHAN TURUT BEKERJA


“'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.' Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku..” 2 Korintus 12:9

Kelemahan adalah suatu keterbatasan yang kita warisi atau kita dapatkan karena adanya suatu peristiwa yang terjadi di mana kita tidak punya kuasa menolaknya. Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, baik itu secara fisik, emosi atau intelektual. Karena itulah tidak seharusnya seseorang bermegah atau membanggakan diri sendiri.

Bila kita merasa memiliki banyak kelemahan, tidak seharusnya kita menjadi takut, pesimis dan mengasihani diri sendiri, karena sesungguhnya semua orang pasti punya kelemahan. Mungkin saat ini kita merasa berada dalam kelemahan karena keterbatasan dalam hal keuangan (hidup dalam kekurangan atau tidak mampu secara ekonomi); terbatas secara pendidikan (tidak sekolah tinggi); keterbatasan secara fisik (cacat, punya sakit-penyakit) atau juga keterbatasan emosional (trauma, sakit hati, kepahitan, luka-luka batin) dan lainnya. Dari kesemuanya itu ada satu hal yang harus kita perhatikan yaitu kelemahan bukanlah masalah utama, namun yang terpenting adalah apa yang kita kerjakan ketika menyadari bahwa ada kelemahan dalam diri kita.

Adakalanya Tuhan mengijinkan ada kelemahan dalam hidup kita, dengan tujuan agar kita belajar rendah hati dan juga menunjukkan kuasaNya atas kita. Tuhan tidak pernah terkesan dengan orang-orang yang merasa dirinya pintar, kuat dan mampu dengan kekuatan sendiri, tetapi sangat tertarik kepada orang-orang yang menyadari dan mengakui keterbatasan, ketidakberdayaan atau kelemahannya. Banyak kisah dalam Alkitab tentang orang-orang biasa yang memiliki banyak kelemahan, namun hidupnya dipakai Tuhan secara luar biasa. Contohnya Musa, sebelum menjadi pemimpin besar Israel , ia adalah orang yang tidak percaya diri dan merasa tidak layak (Keluaran 4:10). Ingat! Walaupun kita memiliki kelemahan, Tuhan tidak bisa dibatasi oleh keterbatasan kita. Kita adalah bejana-bejana tanah liat, Dia penjunannya. Saat kita ijinkan Tuhan bekerja melalui kelemahan kita, Dia akan membentuk kita jadi bejana yang luar biasa.

Segala perkara dapat kita tanggung di dalam Tuhan karena Dia yang memberi kekuatan (Baca Filipi 4:13). 

UCAPKAN SYUKUR


Syalom. . . . salam dalam kasih Yesus Kristus menyertai kita sekalian.

Melihat situasi keadaan zaman sekarang banyak orang yang beranggapan bahwa Tuhan adalah satu pribadi yang jauh dan hanya terasa dekat jika kita ada dalam suatu situasi yang di katakan IBADAH. Padahal jika kita mau menyadari dan mau menyelami kasih Yesus,Tuhan adalah satu pribadi yang sangat dekat dengan kita. Suatu pribadi yang selalu ada dalam setiap hembus nafas kita.

 Karena Dia tinggal dalam hidup setiap anak-anakNya. Kalau Dia tinggal di dalam kita akankah kita menggunakan hidup kita yang di dalamNya terdapat Roh Tuhan untuk hal-hal yang tidak mempertumbuhkan iman percaya kita?. Guys banyak orang yang secara jasmani dia pergi beribadah kegereja tapi jiwa mereka ada di tempat lain! Hal itu dapat kita lihat dari apa yang mereka hasilkan ( buah kehidupan ).

 Suatu dosa yang sering dilakukan oleh orang-orang kristen ialah dosa karena lidah. Perhatikan dalam lingkungan pergaulan anda, banyak orang kristen yang sering pergi beribadah dan bahkan dia sudah menjadi pelayan di suatu gereja tapi dia masih sering mengucapkan kata-kata kotor. Perhatikan firman Tuhan berikut ini.
Yakobus 1:26
" 1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya."

I petrus 3:10-11
" 3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

Efesus 5:4
“5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono -- karena hal-hal ini tidak pantas -- tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.

Alkitab mencatat sangat jelas bahwa hal semacam itu sebaiknya dan harus jangan kita lakukan, tetapi kita di minta untuk mengucapsyukur. Karena dengan memperkatakan perkataan kotor kita mempermalukan Dia yang telah menciptakan kita serupa dan segambar denganNya. Tuhan menggunakan MulutNya,perkataanNya untuk memberkati,menciptakan,mengucap syukur dan mengadakan mujizat. So,... marilah kita juga melakukan Hal yang sama dengan apa yang telah di teladankan Tuhan bagi kita agar hidup kita semakin di berkati dan kita juga menjadi berkat bagi banyak orang. Amin

Nb : “hendaklah kamu menjadi pelaku
firman dan bukan hanya menjadi pendengar saja”
God Bless You All

URAPAN YUSUF

Kejadian 45: “7 Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.
45:8 Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

Bagaimana dengan kita? Apakah yang harus kita lakukan? Bagaimana cara supaya kita tetap naik dan tidak turun,menjadi kepala dan bukan menjadi ekor (Ulangan 28 :14),sebagaimana janji Tuhan kepada umatNya? Kita perlu urapan Yusuf saat ini. saya jadi teringat kepada kaum muda dan remaja. Generasi muda belia. Usia yang sama seperti Yusuf pada saat ia mulai di pakai Tuhan. ketika Yusuf menerima penglihatan dari Tuhan melalui mimpinya,usianya masih sangat belia. Jika di dalam peperangan rohani Tuhan membangkitkan generasi Yosua, maka di dalam pemulihan yang akan mengikuti  peperangan rohani Tuhan akan membangkitkan suatu generasi Yusuf. Siapakah Yusuf di akhir zaman itu? ada orang yang berpandangan kalau orang kaya itu adalah “Yusuf”. Atau ras mayoritas. Atau orang berkuasa. Mungkin saja betul tapi belum tentu.
Firman Tuhan mencatat, Yusuf baru merupakan anak muda yang di anggap sepi,lemah,dan “anak papi” oleh saudara-saudaranya, tetapi dialah orang yang di urapi Allah sehingga dari budak belian asing  ia menduduki pemerintahan tertinggi di mesir di bawah Firaun,seorang kafir. Ini merupakan bukti bahwa di pandangan Tuhan tidak ada istilah “minoritas” berdasarkan ras. Yang ada hanya minoritas berdasarkan ukuran iman. Anda bisa menjadi kepala di negeri asing tanpa harus menjadi budak. Apakah artinya “budak” disini? Bukan kuli angkut pelabuhan. Bukan juga menjadi orang yang mencari uang hanya untuk di peras oleh orang-orang kafir yang menganggap kita asing.padahal firman Tuhan banyak sekali menjanjikan sebaliknya, bahwa uang orang-orang yang tidak mengenal Allah  akan masuk kepada umat Tuhan. (Amsal 13 : 22. Yesaya 60:11 ;61:6 ;66:12) bahwa orang yang memberkati umat Tuhan akan di berkati dan yang mengutuk umat Tuhan akan di kutuk. Kejadian 12 : “12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Mungkin anda bertanya,kalau memang  Tuhan ingin memberkati saya,mengapa saya perlu turut masuk kedalam krisis ini? “ tujuanNya,supaya ketika kita diberkati,anda tidak melupakan Allah dan jatuh dalam dosa kesombongan (Yeremia 9:23) serta menyalah gunakan berkat yang Allah berikan kepada anda utnuk anda. Allah ingin memberikan kepada anda kebijaksanaan dalam mengelola berkat  untuk menegakan dan melakukan kebenaran di bumi. Inilah hal yang paling berkenan dan menyukakan hati Tuhan. seperti yang Tuhan peringatkan di bagian lain dari firmanNya.  Ulangan 8 : “8:17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.
8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Sesuai dengan janjiNya maka sebelum seluruh dunia di landa bala kelaparan yang hebat, Tuhan sudah memberikan Yusuf wisdom (kwbijaksanaan) dan hikmat melaui proses yang kelihatannya tidak mengenakkan dan tidak menjanjikan harapan apa-apa. Tetapi lihatlah apa yang dilakukan oleh seorang anak muda yang matang pendiriannya ini.! pada tujuh tahun kelimpahan dia mengumpulkan bekal makanan dan pada tujuh tahun kelaparan dia bisa membeli seluruh tanah mesir dengan membarter tanah dengan bahan makanan.  Bahkan daerah-daerah sekitarnya  diselamatkan lewat seorang anak muda yang bernama Yusuf. Tetapi yang di sebut dalam kitab Amos orang yang menjual terigu rongsokan ( rusak dan tidak  bermutu) itu bukan Yusuf. Apakah bisnis atau perbuatan anda memuliakan Allah? Mari kita sama-sama berdoa supaya mincullah generasi Yusuf. Yusuf di akhir zaman juga merupakan hamba-hamba Tuhan di bidang khusus. Tuhgas hamba Tuhan adalah melatih anda dan bukan membunuh pertumbuhan karakter anda. Membuat sesamanya kaya dalam Firman Allah lalu menjadi miliuner dalam Tuhan, bukan untuk membutakan hati jemaat dengan menyamakan bahwa pertumbuhan iman sama halnya dengan pertumbuhan gedung gereja-sebab gedung gereja merupakan tempat untuk beribadah. Suatu hal yang sangat memprihatinkan ketika saya pernah membaca di jejaringan social bahwa ada seorang saudari calon pelayanan Tuhan tanggapannya seperti di atas. Mari kita sama-sama berdoa agar tidak ada lagi hamba-hamba Tuhan dan jemaat Tuhan yang melakukan ibadahnya terlihat hebat tetapi pertumbuhan rohaninya sangat kerdil.

Contoh yang  sering saya lihat dan sempat saya alami kebanyakan orang beribadah kepada Tuhan sudah tidak sungguh-sungguh. Apalagi ketika dalam jalannya ibadah itu masing-masing orang sudah memiliki tugas contohnya mc,terus kalau ada reflesi drama,pembicara 1-2,dll kebanyakan orang-orang yang sudah di tugaskan ini tidak menghayati jalannya ibadah yang penting mereka menjalankan tugas mereka dengan baik itu sudah cukup. Disini lah iblis mengambil kesempatan untuk memperdaya anak-anak Tuhan. dunia sekarang sudah kebalik kenapa? Karena yang baik di bilang buruk,yang buruk di bilang baik tergantung pada kepentingan siapa yang lebih kuat. Zaman dimana kebenaran di tentukan  dari pihak yang kuat,semakin hebat suatu pihak menyebarkan berita-berita

Jangan anda heran karena Tuhan berkata bahwa Ia akan membuat matahari tenggelam di siang hari. Artinya kegelapan di tempat yang tidak semestinya. Lalu setelah masa kegelapan itu akan timbul masa kelaparan Rohani. Seperti yang pernah di jumpai oleh hamba Tuhan “ Timotius Arifin “ bapak berkata bahwa di bali pernah datang sekumpulan wanita cantik dari jerman.mereka pergi ke singaraja,mereka meminta agar di buat kesurupan! Anda tahu mengapa? Mereka sudah depresi dan bosan dengan keadaan hidup mereka. Tidak ada yang bisa memenuhi kekosongan hati mereka. Meskipun mereka mengelilingi dunia dari jerman sampai ke bali, mereka tidak menemukannya. Biar kesurupan roh jahat sekampung juga percuma.

Firman Tuhan berkata bahwa orang-orang seperti ini akan mengebara kemana-mana. dalam kitab Amos 8 : “8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang mengalami kekosongan  Rohani dan kelaparan Rohani. Tapi kita selaku anak-anak Tuhan selalu di penuhi oleh kebenaran firman. Kita akan di penuhi hikmat Tuhan  sehingga kita bisa memberi makan orang banyak yang kelaparan. Kita bisa memberi jawaban ketika orang-orang dunia bertanya dan ketika ilmu pengetahuan tidak bisa menolong mereka.

Mungkin ada orang yang dengan tulus berkata, “ saya ingin melayani di rumah Tuhan. saya sudah bosan tinggal di rumah Potifar.” Tetapi ketahuilah harus ad orang yang tinggal dulu di rumah Potifar sebelum ia naik ke istana Firaun. Orang-orang seperti ini akan Tuhan pakai dalam satu masa kelaparan untuk menyelamatkan umatNya. Tuhan tidak akan mempermalukan orang-orang seperti ini. Amin kiranya Tuhan memberkati firmanNya.

DO YOUR PART


Matius7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-ku yang di sorga.

Pernah membayangkan bagaimana perasaan orang tua Anda, jika Anda adalah tipe anak yang hanya tahu menuntut hak tanpa mau melakukan kewajiban? Atau mungkin bagi Anda yang sudah punya anak, apa yang dirasakan jika anak Anda hanya datang ketika dia perlu dan ingin sesuatu, namun setiap Anda meminta dia melaksanakan kewajibannya, dia selalu menolak? Pasti Anda akan kecewa.

Lalu bagaimana dengan Ayah kita di surga? Apakah Anda di mata Dia, merupakan sosok anak yang hanya tahu meminta, tapi tidak tahu melaksanakan kewajiban? Banyak orang baru ingat Tuhan ketika mereka memiliki masalah. Mereka menjadikan doa sebagai sarana protes dan merengek minta berkat. "Tuhan gimana, sih? Masa gaji enggak naik-naik?" atau "Tuhan saya sudah capek nih hidup begini terus, tolong dirubah."

Bagaimana mungkin kita bisa berdoa pada Tuhan supaya dapat gaji yang lebih baik kalau tidak bekerja dengan lebih baik, tidak pernah memberikan persepuluhan atau kalau kita tidak pernah melaksanakan perintah-Nya? Bagaimana mungkin kita minta Tuhan merubah hidup kita, jika kita sendiri tidak pernah mau berusaha untuk itu? Jika kita melakukan terlebih dahulu apa yang menjadi bagian kita, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya.

Tuhan tidak tertarik pada mereka yang hanya tahu berseru, tetapi pada mereka yang mau melakukan kehendak-Nya.

TUHAN MEMBEBASKAN ANDA


“ Walau seribu orang rebah disisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu “ ( Mazmur 91: 7, 10).

Berbicara secara wajar, inilah dunia mengerikan tempat kita tinggal kini. Sebuah dunia yang sempoyongan karena pengaruh dari satu bencana ke bencana lain. Hampir setiap hari kita mendengar tentang peperangan, bahaya senjata nuklir dan perang senjata kimia, tumpahan minyak, dan gempa serta banjir, penyakit yang mewabah dan kejahatan yang melanda kota-kota kita.

Tetapi ditengah itu semua, Tuhan sedang berjanji menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanan kepada orang – orang yang mau percaya dan tinggal didalam DIA.

Anda mungkin berkata, “ DIA membuat janji ribuan tahun yang lalu ketika keadaannya tidak separah sekarang!”. Itu mungkin demikian, tetapi tahukan anda? Janji itu justru berlaku sekarang, itu dibuat untuk generasi kita. Renungkanlah, ketika Mazmur 91 ditulis, manusia belum menemukan senjata yang dapat membinasakan sepuluh ribu orang sekaligus. Kitalah generasi yang dapat melakukan hal itu. Jadi, bila Dia berkata “ Malapetaka tidak akan menimpamu,” Dia mencantumkan kita juga.

Malapetakan tidak akan menimpamu, Alangkah indahnya pernyataan itu!.Anda perlu memahaminya dan mempercayainya hari ini. Percayalah bahwa Tuhan mau menjadi Tuhan dalam hidup anda. Dia mau menjadi perlindungan anda, Dia mau menjadi keamanan anda. Dia mau menjadi Nama Pertama yang anda panggil bila kesukaran menimpa anda. Dia mau menjadi Pribadi yang anda percayai dan harapkan untuk mengamankan anda, Dia mau menjadi Andalan dalam setiap pergumulan hidup anda.
Dan jika anda melakukan hal itu, Dia tidak akan mengecewakan anda, Dia sanggup menangani semua bahaya yang mengelilingi anda. Betapa pun gawatnya bahaya itu, Dia dapat menanganinya! Dia telah membuktikan itu pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego.Mereka diikat dan dilemparkan di tanur yang membara sedemikian panasnya sehingga orang – orang yang melemparkan ketiga pemuda itu ikut binasa oleh panasnya. Tetapi Tuhan menyelamatkan mereka dan ketika mereka keluar dari perapian itu, tiada bau sangit atau hangus tercium pada mereka.

Jadi betapapun dahsyatnya keadaan sekitar anda, Percayalah kepada TUHAN, Dia selalu setia. Dia takkan pernah melakukan hal lain ketika anda membutuhkan bantuan. Dia akan hadir tepat di tempat anda untuk membebaskan anda dari masalah, malapetaka, atau kehancuran apapun.

Izinkanlah Dia membuktikan dalam hidup anda, kebenaran yang telah dibuktikanNYA dalam hidup Sadrakh, Mesakh, dan Abednego : Tiada pribadi yang dapat membebaskan, melindungi, memberkati dan menyelamatkan anda seperti Dia ( TUHAN YESUS KRISTUS ), Amin.

Disini sumbernya

RELAKAN HATIMU


By: Pdt. Andreas Loanka, M.Div
Pada umumnya orang tidak suka menderita. Namun, penderitaan itu selalu hadir tanpa disangka. Saat penderitaan itu menerpa, dalam hati timbul berbagai pertanyaan, ”Mengapa begini? Mengapa begitu?”.
Seseorang pernah bertanya,”Kalau benar Allah memelihara, mengapa kita menderita?” ”Di manakah Allah saat umat-Nya diterpa malapetaka?” ”Kalau Allah yang mahakasih adalah mahakuasa, mengapa bencana melanda dunia?”

Bertanya tidaklah salah, karena begitulah natur manusia. Makain banyak bertanya, makin banyak tahu. Semakin suka bertanya, semakin cepat bertumbuh. Hal mendasar yang perlu ditanyakan, ”Mengapa kita bertanya?” Apa motivasi dan asumsi di baliknya? Ada yang bertanya karena ragu, yang lain bertanya karena percaya. Kaum atheis dan skeptis bertanya untuk menyerang dan memojokkan. Tujuannya untuk menggugurkan iman orang-orang percaya. Kaum beriman bertanya untuk menjawab pergumulan dan meneguhkan kepercayaan.

Ada orang yang menggunakan penderitaan untuk membenturkan kasih dan kuasa Allah. Kalau Allah mahakasih tentu Dia tidak menghendaki manusia menderita. Kalau Allah itu mahakuasa tentu Dia mampu melakukan segala perkara untuk menghindarkan umat-Nya dari derita. Dengan adanya realita penderitaan, maka mereka berkata, ”Mungkin Allah tidak mahakasih, mungkin Dia tidak mahakuasa, mungkin pula tidak kedua-duanya.”
Pandangan tersebut tidaklah tepat, sebab hal itu merupakan kedaulatan Allah, mengabaikan peran dan pencobaan iblis, meniadakan keberdosaan dan keterbatasan manusia, serta menafikan kerusakan alam karena kejatuhan manusia dalam dosa dan kecerobohannya.

SUATU HAJARAN
Ada saatnya Allah mengizinkan umat-Nya menderita untuk membentuk atau mendisiplin mereka. Alkitab menyatakan, ”Janganlah melupakan nasihat Allah ini, yang diberikan kepadamu sebagai anak-anak-Nya: ’Anak-Ku, perhatikanlah baik-baik ajaran Tuhan, dan janganlah berkecil hati kalau Ia memarahimu. Sebab Tuhan menghajar setiap orang yang dikasihi-Nya, dan Ia mencambuk setiap orang yang diakui-Nya sebagai anak-Nya.’ Hendaklah kalian menerima cambukan dari Allah sebagai suatu hajaran dari seorang bapak. Sebab apakah pernah seorang anak tidak dihukum oleh bapaknya? Kalau kalian tidak turut dihukum seperti semua anaknya yang lain ini berarti kalian bukan anak sah, melainkan anak yang tidak sah.” (Ibr. 12:5-8, BIS).

Ada kalanya penderitaan datang dari si iblis untuk mencobai dan menjatuhkan manusia. Kisah Ayub adalah contoh yang gamblang tentang peranan iblis dalam penderitaan. Ayub adalah orang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan (Ayb. 1:1). Kesalehannya dipuji Allah (Ayb. 1:8), tetapi hal itu justru menyebabkan ketidaksenangan si jahat (Ayb. 1:9). Iblis hendak mencobai Ayub untuk menjatuhkan imannya (Ayb. 1:10-11; 2:4-5). Allah mengizinkannya sebagai ujian untuk menyatakan bahwa Ayub memang tahan uji (Ayb. 1:12; 2:6). Ayub menghadapi penderitaan yang berat. Seluruh hartanya habis dalam sehari. Pada hari yang sama semua anaknya mati. Selain itu, iblis juga menimpakan kepadanya sakit barah yang sangat berat (Ayb. 1:7). Meskipun penderitaannya dahsyat, Ayub masih bisa memuji Allah (Ayb. 1:21) serta mau menerima kenyataan dan tidak berbuat dosa dengan bibirnya (Ayb. 1:10). Allah berkenan kepada Ayub. Pada akhir cerita, Dia memulihkan keadaan Ayub dan memberkatinya berlipat ganda (Ayb. 42:7-17).

KESALAHAN SENDIRI
Penderitaan bisa pula disebabkan oleh karena keadaan, perbuatan orang lain, ataupun kesalahan sendiri. Oleh sebab itu kita perlu senantiasa mengintrospeksi diri. Kalau hal itu diakibatkan kesalahan sendiri, baiklah kita mengaku dosa dan dan memperbaharui diri di hadapan Allah. Kalau itu bukan karena kesalahan kita, baiklah kita menghadapinya dengan iman yang teguh kepada-Nya. Dikala sengsara melanda, hendaklah kita tetap sabar dan berpengharapan di dalam Tuhan.

Ada banyak penyebab derita, tetapi tidak ada hal yang terjadi di luar pengetahuan Allah. Adakalanya Dia mengizinkan umat-Nya menderita untuk membentuk mereka agar berbuah (Yoh. 15:1-2). Ada saatnya Dia menguji mereka agar bertumbuh makin kuat (Yak. 1:12). Namun, waspadalah kadang-kadang Dia pun menghajar anak-anak-Nya yang dikasihi (Ibr. 12:7-8).
Hendaklah kita tetap sabar dan berpengharapan dalam menjalani kehidupan, walaupun hidup adakalanya dilanda derita. Kita tahu bahwa Allah turut bekerja di dalam segala perkara, sehingga menghasilkan yang baik untuk orang-orang yang mengasihi Dia dan yang dipanggil-Nya sesuai dengan rencana-Nya (Rm. 8:28).
Sumber: Majalah Bahana, September 2011

MENJAGA KEKUDUSAN


Bacaan Alkitab hari ini: Ulangan 7
Pengudusan adalah proses yang hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri. Manusia tidak punya kemampuan untuk menguduskan dirinya sendiri. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah menjaga kekudusan dengan cara menjaga diri agar tidak bergaul di “tempat” yang tidak kudus.
Mengapa Allah menghalau bangsa-bangsa yang tinggal di ta­nah Kanaan? Mengapa Allah memerintahkan orang Israel un­tuk tidak bergaul dengan mereka? Jawabannya sangat jelas, yaitu agar umat Allah mampu menjaga kekudusan hidup dan tidak terseret pada penyembahan berhala. Memang, tindakan dan perintah Tuhan seperti bertolak belakang de­ngan perintah-Nya untuk menjadi berkat bagi dunia. Bagaimana mungkin kita menjadi berkat bagi dunia bila kita tidak bergaul dengan orang lain atau bangsa lain?
Kalau kita cermati, sebenarnya yang Allah kehendaki adalah agar umat-Nya tidak terpengaruh oleh dosa dunia. Tugas umat Tuhan adalah mempe­ngaruhi, bukan dipengaruhi. Allah mau menjaga kekudusan umat-Nya agar umat-Nya bukan hanya menjadi teladan, tetapi juga menjadi berkat bagi du­nia. Jadi, yang Allah larang sebenarnya bukanlah pergaulannya. Kita boleh bergaul dengan siapa saja selama tujuan kita adalah mempengaruhi mereka dengan kekudusan hidup kita. Jikalau kita belum bisa mempengaruhi, tetapi lebih mudah dipengaruhi oleh dunia, lebih baik kita melepaskan diri dari pergaulan tersebut untuk sementara sampai kita siap untuk bergaul dengan mereka di dalam kekudusan.
Kita harus berani dan tegas dalam menjaga kekudusan. Allah menghen­daki agar kita menjadi terang dan berkat bagi dunia, tetapi di dalam keku­dusan hidup di hadapan Allah.
Ulangan 7:6
“Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari  segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.”
Bandingka dengan:
mamat 19:1-2,15-18 ; Mazmur 1:1-6 ; 1Tesalonika 2:1-8 ; Matius 22:34-46
Karena Allah Kudus, maka manusia diperintahkan untuk kudus juga. Hal kekudusan ini harus nampak atau terpancar dalam hubungan dan sikap terhadap Allah, sesama, Lingkungan dan keluarga. Apakah yang dituntut dalam hidup kudus?Hidup kudus menuntut adanya pengakuan dan penghormatan tertinggi atas kedaulatan dan hak-hak Tuhan Allah. Pernyataan dan hormat dan bakti kepadaNya harus manusia lakukan, mutlak sesuai kemauan Allah.
Perlakuan terhadap sesama manusia harus sesuai juga dengan keinginan Allah, bukan sesuka hati orang, misalnya perlakuan terhadap orangtua, orang miskin, orang asing, penderita cacat, pencari keadilan, kaum ekonomi lemah dan lain-lain.Kejujuran dan ketulusan terhadap sesama, diri sendiri harus dipegang teguh apapun yang terjadi.Untuk menjalani hidup kudus ini kita tidak harus meninggal dunia lebih dulu. Di sini dan kini pun kita harus beretika melakukan apa yang boleh dan menghindari apa yang tidak boleh. Darimana kemampuan menjaga kekudusan dengan hidup ini? Rasul Paulus katakan bahwa setiap kita harus bergantung kepada sumber di luar diri kita yaitu pertolongan Allah itu sendiri. Dengan pertolongan Allah kita dapat mewujudkan hidup kudus yaitu dengan saling mengasihi agar terlaksana hukum kasih itu, maka kita juga harus saling mendukung dalam doa dan mendorong dalam melakukan perbuatan baik terutama kasih. Dimana hidup kudus ini dimulai? Tak ada tempat dan suasana semanis rumah sendiri atau keluarga. Karena keluarga adalah keluarga yang diberkati Allah, maka keluarga kristen harus memiliki hidup kudus.
Setiap anggota keluarga dituntut untuk saling mengasihi dan melakukan 3 hal di atas, agar terciptanya keluarga yang serasi dan kesatuan yang utuh. Pasti akan ada kebahagiaan dalam keluarga walaupun ada atau akan mengalami badai.Marilah keluarga-keluarga Kristen, peganglah teguh Firman Tuhan dan ketetapan-ketetapanNya. Itulah wujud keluarga yang menjaga kekudusan.

PERCAYA DIRI DALAM TUHAN


Kepercayaan diri adalah hal yang sangat indah, yang menguatkan kita untuk menghadapi hidup dengan keberanian, keterbukaan dan kejujuran. Orang Kristen dengan kepercayaan diri yakin bahwa mereka dicintai, berharga, dan aman dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka. Saat kita merasa aman, kita akan lebih mudah melangkah keluar dan mencoba hal-hal baru, walaupun mungkin kita membuat beberapa kesalahan di sepanjang perjalanan. Kepercayaan diri memampukan kita untuk bergerak maju sambil mengharapkan kesuksesan dibanding sambil mengkhawatirkan kegagalan. Hal ini sangat esensial dalam memenuhi rencana Tuhan bagi hidup kita.

Saya yakin bahwa salah satu dari hal-hal utama yang menghalangi kita sehingga kita tidak bisa berjalan dengan kepercayaan diri seperti yang Tuhan inginkan bagi kita adalah karena keraguan terhadap diri sendiri. Ketidakmampuan kita untuk percaya pada diri sendiri mengikat kita dan menutup kemungkinan kita untuk menjadi sukses. Meragukan diri sendiri dan percaya diri tidak berjalan bersamaan, mereka saling melawan satu sama lain. Karena itu, kita harus mengidentifikasi akar dari keraguan terhadap diri sendiri ini dan mengerti bagaimana mengembangkan kepercayaan diri kita di dalam Kristus.

Keraguan Terhadap Diri Sendiri Berakar Dari Ketakutan

Keraguan terhadap diri sendiri adalah jenis ketakutan yang menyiksa, yang menyebabkan kita takut untuk membuat kesalahan atau membuat keputusan yang salah. Bagi kebanyakan orang, hal ini berakar dari fakta bahwa mereka mempunyai perasaan yang salah tentang siapa diri mereka sebenarnya. Perasaan yang berakar dalam ini seringkali menahan kita untuk menerima diri kita sendiri dan mempunyai kepercayaan diri yang kita butuhkan untuk membuat berbagai keputusan. Hasilnya? Kita hanya hidup dalam kebingungan dan kebimbangan karena kita begitu takut untuk berbuat salah.

Orang yang ragu terhadap dirinya sendiri sama dengan orang yang bimbang dan mendua hati. Alkitab menyatakan dalam Yakobus 1:5-8, bahwa Tuhan tidak dapat menjawab doa dari seseorang yang mendua hati karena dia tidak stabil dalam segala jalannya. Keraguan terhadap diri sendiri dapat menyebabkan kita kembali ke belakang dan bersembunyi, daripada bergerak maju ke arah yang Tuhan tunjukkan bagi kita. Kembali ke belakang merupakan tindakan dan respon terhadap rasa takut. Tuhan akan memberikan respon ketika kita bertindak dalam iman, bukan dalam ketakutan.

Sementara musuh menggunakan rasa takut untuk mencobai dan menghalangi kemajuan kita serta mencuri tujuan dan fokus kita, Tuhan bekerja melalui iman untuk memenuhi panggilanNya atas hidup kita.
2 Timotius 1:7 
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Langkah pertama untuk berjalan dalam kepercayaan diri adalah memperbaharui pikiran kita dengan tidak mengijinkan ketakutan memimpin hidup kita. Ketika kita menetapkan langkah untuk berjalan dalam Roh-Nya (kekuatan, kasih, dan ketertiban), maka kita akan mulai hidup dalam kepercayaan diri yang tak tergoncangkan, yang hanya bisa kita temukan di dalam Dia.

Kepercayaan Diri Berakar Dari Iman

Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa kepercayaan diri kita harus berada di dalam Kristus sendiri, bukan dalam diri kita, bukan dalam diri orang lain, dan bukan di dalam dunia atau sistemnya. Kepercayaan diri kita harus berakar dalam keyakinan akan cinta-Nya yang tanpa syarat kepada kita. Tanpa kepercayaan diri yang datang dari pengetahuan kita akan seberapa besar cinta-Nya pada kita, kita tidak akan pernah dapat menikmati hidup kita ataupun hubungan kita dengan-Nya.

Keraguan adalah rasa takut untuk membuat kesalahan dan mempunyai pikiran-pikiran negatif tentang hal-hal yang terjadi pada kita. Sementara kepercayaan diri adalah mempunyai iman di dalam cinta-Nya untuk kita. Iman mengharapkan terjadinya hal-hal baik serta memampukan kita untuk menghadapi kesalahan-kesalahan yang kita perbuat dan untuk merasa aman, hidup tanpa kekuatiran atau ketakutan. Keyakinan bahwa kita dapat mencapai sukses dengan perkenanan-Nya, membantu kita menghadapi dan menangani setiap tantangan yang kita jumpai dalam hidup kita.

Seiring dengan meningkatnya pengertian kita akan kasih dan perkenanan Tuhan, level kepercayaan diri kita juga akan meningkat. Sebagai hasilnya, kita akan menjadi lebih nyaman dengan siapa diri kita yang sebenarnya dan mampu menjalani kehidupan dengan keyakinan bahwa kita dapat menangani apapun yang ada di depan kita.
1 Yohanes 4:18 
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Saat Anda dan saya memilih untuk tetap memandang-Nya, cinta-Nya pada kita akan menghilangkan rasa takut dan ragu terhadap diri sendiri, memampukan kita untuk menunggu dengan harapan, dengan keyakinan bahwa Dia mempunyai rencana akan hal-hal yang baik untuk kehidupan kita.

Menjadi Percaya Diri Di Dalam Kristus

Kita hanya bisa percaya diri selama kita percaya dan mengandalkan kekuatan Kristus yang hidup dalam kita.
Filipi 4:13 
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa kita dapat melakukan segala sesuatu yang Tuhan minta untuk kita lakukan karena kasih karunia-Nya. Melalui kekuatan-Nya kita dapat mengalahkan keraguan terhadap diri sendiri dan pikiran yang negatif.

Bertahun-tahun yang lalu saya mempunyai masalah yang serius dengan kekurangan rasa percaya diri karena saya tumbuh dalam keluarga yang hancur. Ayah saya adalah seorang pecandu alkohol dengan temperamen yang tinggi. Dia telah menyakiti saya secara mental, fisik, emosional dan seksual. Saat saya berusia 18 tahun, saya telah mengalami banyak kesakitan dan kekecewaan. Tidak ada satupun yang saya harapkan terjadi di dalam kehidupan saya. Sehingga saya bertumbuh dengan mengharapkan terjadinya hal-hal buruk. Saya berpikir bahwa jika saya mengharapkan hal-hal yang buruk, maka saya tidak akan merasa kecewa jika hal-hal itu terjadi. Saya mengira dengan meninggalkan rumah masalah saya akan selesai, jadi saya pergi dari rumah ketika saya berumur 18 tahun. Apa yang tidak saya sadari adalah sebenarnya saya membawa masalah itu dalam diri saya. Pikiran, keinginan dan emosi saya telah rusak dan terluka.

Saya adalah seorang yang patah hati dan penuh keraguan terhadap diri sendiri dengan karakter yang sangat negatif. Meski saya percaya kepada Tuhan dan memohon pertolongan-Nya, saya tidak tahu apa-apa tentang iman. Saya tidak mengerti bagaimana berdoa dengan iman seperti yang tertulis dalam Alkitab. Saya harus belajar banyak untuk mempercayai Tuhan dan mendapatkan kepercayaan diri di dalam Kristus. Saya sangat bersyukur Tuhan telah mengubah saya dalam tahun-tahun selanjutnya, memulihkan saya, dan memberikan kehidupan yang layak kepada saya. Dia telah membebaskan saya dari ketakutan, sikap negatif dan keraguan terhadap diri sendiri. Dia telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menolong orang lain yang juga bergumul dengan masalah yang sama. Saya telah belajar bahwa saya bisa berkata TIDAK kepada ketakutan dan keraguan terhadap diri sendiri, begitu juga dengan Anda. Pilihan ada di tangan Anda. Ketika ketakutan mengetuk pintu Anda, Anda bisa menjawabnya dengan iman, dan ketika keraguan terhadap diri sendiri mengetuk pintu, Anda bisa menjawabnya dengan kepercayaan diri!

Kekuatan Dari Keputusan

Tuhan menciptakan setiap kita dengan kehendak bebas. Sebagai orang percaya, kita dapat mengalahkan semua hal negatif yang iblis rencanakan bagi kita dengan melatih kekuatan kita untuk sepakat dengan Tuhan dan janji-janji-Nya. Seberapa besarpun keraguan yang kita rasakan, kita dapat memutuskan untuk tetap maju dalam iman, percaya diri dalam Tuhan dan firman-Nya. Dalam Yosua 24:15 kita melihat Yosua memilih untuk melayani Tuhan. Dia tidak mendasarkan keputusannya atas apa yang dilakukan orang lain atau bagaimana perasaannya, dia mendasarkan kepercayaan dirinya kepada janji-janji Tuhan.

Jika kita percaya bahwa Tuhan di dalam kita, memimpin dan membimbing kita karena kita meminta-Nya, maka kita seharusnya mempunyai kepercayaan diri bahwa Dialah yang mengarahkan hidup kita. Anda dan saya harus memilih untuk percaya dalam janji-Nya, bukan pendapat orang lain atau bahkan pikiran dan perasaan kita sendiri. Dengan kata lain, kita tidak perlu merasa percaya diri karena kita bisa menjadi percaya diri. Kita hanya perlu mempelajari firman-Nya sehingga kita bisa sepakat dengan apa yang dikatakan-Nya dan melihat diri kita sendiri sebagaimana Dia melihat kita.

Mungkin Anda mempunyai hal-hal negatif yang tersimpan dalam pikiran Anda seperti saya dulu, tapi Tuhan bisa mengubah semuanya itu. Dalam Yohanes 16:24 kita diperintahkan untuk meminta kepada Tuhan hal-hal yang Dia telah janjikan pada kita. Jika Anda dan saya merasa tidak layak, kita tidak mungkin memintanya dengan iman atau dengan percaya diri bahwa kita akan menerima apa yang kita minta. Mengapa? Karena keraguan terhadap diri sendiri akan selalu menghalangi kita untuk menerima yang terbaik dari Tuhan. Namun dengan memilih untuk sepakat dengan firman-Nya dan mempunyai kepercayaan diri di dalam Kristus, kita dapat menerima anugrah Tuhan yang terbaik dalam hidup kita. Jika Anda mau menikmati yang terbaik itu, mulailah membuat keputusan untuk melawan ketakutan dan mempercayai Dia. 
Mazmur 56:4
Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Ketika Anda secara konsisten memilih untuk mengandalkan Tuhan, mempercayai apa yang firman-Nya katakan tentang Anda lebih daripada kata-kata orang lain atau perasaan Anda, Anda akan menghabiskan semakin sedikit waktu untuk meragukan diri sendiri.

Melihat Apa Yang Tuhan Lihat

Tuhan berkata bahwa Anda dan saya berharga, diciptakan dalam rahim ibu kita dengan tangan-Nya sendiri. Kita memiliki tujuan di dunia ini. Tuhan berkata bahwa Dia memanggil kita dengan nama kita dan kita adalah kepunyaan-Nya. Ambil waktu sejenak dan lihatlah ke dalam hati Anda, apa yang Anda lihat di sana? Apakah Anda dipenuhi dengan keraguan ataukah kepercayaan diri yang datang dari pengenalan yang dalam akan Tuhan dan kasih-Nya yang tak bersyarat bagi Anda? Jika jawaban Anda tidak sejalan dengan firman-Nya, saya mau mendorong Anda untuk mulai memperbarui pikiran Anda tentang bagaimana Tuhan memandang Anda. Jangan biarkan perasaan memimpin kehidupan Anda lagi. Ambil langkah iman dan mulailah mempercayai Tuhan hari ini. Pilihlah untuk sepakat dengan-Nya dan percaya bahwa Anda sangat berharga. Dia mempunyai rancangan masa depan yang hebat untuk Anda, dan itu dimulai sekarang!
Sumber: joycemeyer

sumberartikel

PERKATAKAN FIRMAN


Baca:  Markus 10:46-52

"'Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!'  Pada saat itu juga melihatlah ia (Bartimeus), lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya."  Markus 10:52

Ketika Yesus dan murid-muridNya meninggalkan Yerikho banyak orang mengikutiNya.  Di tengah perjalanan terdengar teriakan pengemis buta yang duduk di pinggir jalan.

     Pengemis itu adalah Bartimeus.  "Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru:  'Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!'"  (ayat 47).  Orang-orang menjadi sangat terganggu mendengar teriakan Bartimeus itu sehingga  "Banyak orang menegornya supaya ia diam.  Namun semakin keras ia berseru:  'Anak Daud, kasihanilah aku!'"  (ayat 48).  Bartimeus tidak menyerah sampai teriakannya didengar oleh Tuhan Yesus.  Tertulis,:  "Lalu Yesus berhenti dan berkata:  'Panggillah dia!'  Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya:  'Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.'"  (ayat 49).  Yesus bertanya kepada Bartimeus,  "'Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?'  Jawab orang buta itu:  'Rabuni, supaya aku dapat melihat!'"  (ayat 51).  Maka mujizat pun terjadi!  Yesus berkata kepada Bartimeus,  "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!"  (ayat 52a).  Bartimeus mengalami pertolongan Tuhan karena iman yang ia perkatakan:  "...supaya aku dapat melihat!"

     Ketika kita memperkatakan firman, kuasa dilepaskan untuk membuat apa yang kita perkatakan.  Itulah iman.  Walaupun tidak kelihatan, dapat membuat segala sesuatu menjadi nyata dalam hidup kita, karena 
 "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."  (Ibrani 11:1).  Iman ada di dalam hati kita dan ia dilepaskan melalui perkataan kita.  Apa yang Saudara inginkan terjadi dalam hidup ini?  Mulailah menyatakannya dengan iman, sebab segala sesuatu dapat diubahkan melalui kuasa firman yang kita percayai dalam hati, kita perkatakan melalui mulut dan kita praktekkan.  Jadi kita akan mendapatkan apa yang kita katakan ketika kita mempercayai bahwa apa yang kita katakan akan terjadi.  Sebab apa yang kita perkatakan itu mengandung kuasa yang dahsyat.  Jangan sepelekan apa yang kita ucapkan!  Pernyataan iman Bartimeus telah menghasilkan mujizat yang luar biasa.

Mulai hari ini belajarlah memperkatan firman dengan iman;  jadikan itu sebagai gaya hidup, niscaya kita akan mengalami pemulihan yang luar biasa!

sumber

Populer Post

Followers

Ayat Alkitab

mailonpix.com blog-indonesia.com

Arsip Blog

About Me

Foto Saya
manado, sulawesi utara, Indonesia
saya sudah 17thn menjadi seorang kristen,namun hanya seorang kristen biasa yang belum terlalu mengerti akan bagaimana caranya untuk hidup baik di dalam Tuhan. tetapi sekarang setelah saya berumur 18thn, saya mulai belajar untuk bagaimana saya dapat berubah dan hidup baik. satu yang kupercaya kata Tuhan setiap manusia harus hidup baru,dan bukan hidup menurut dunia. setelah saya belajar tentang kebenaran injil yang benar-benar berguna untuk mendidik,mengajar,menyatakan kesalahan, di sana saya lebih di tuntut untuk dapat mempersembahkan hidup sebagai persembahan yang kudus dan berbau harum di hadapan Tuhan. kata Tuhan siapa yang hidup kudus dia akan melihat kemuliaan.Amin.

Like Donk

Berbagi Diskusi

Selamat Datang Jgn Lupa Comment
Widget by: Facebook Develop by: Jouse